Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan rangkaian kegiatan benchmarking penjaminan mutu ke tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Surabaya (UBAYA), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada akhir Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis BPM UMS dalam memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal secara berkelanjutan.

Benchmarking pertama dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026 ke Departemen Penjaminan Mutu Universitas Ciputra Surabaya. Kegiatan ini diterima oleh Universitas Ciputra bersamaan dengan kunjungan dari Institut Asia Malang. Hadir menyambut rombongan UMS, Yoseva Maria Pujirahayu Sumaji, S.E., M.M., MBA., CWM., CFRM. (Head, Collaboration & Global Engagement), Lenny Rosita, S.T., M.MT., CRP. (Head, Institutional Development & Quality Enhancement) dan Dr. Benny Irawan, S.Pd., M.Pd. (Head, Teaching and Learning Innovation Center) beserta jajarannya yang lain. Peserta dari UMS sangat antusias pada sesi diskusi dan tanya jawab, hingga waktu menjelang maghrib.

Selanjutnya, pada Jumat, 30 Januari 2026, BPM UMS melaksanakan benchmarking ke Direktorat Penjaminan Mutu dan Audit Internal Universitas Surabaya (UBAYA). Rombongan UMS terdiri atas Tim BPM Universitas serta Gugus Penjaminan Mutu dari 12 fakultas. Kegiatan ini membahas secara komprehensif praktik penjaminan mutu internal dan eksternal, implementasi OBE, pembelajaran di luar kampus, internasionalisasi, serta penjaminan mutu sumber daya sebagai referensi pengembangan kebijakan mutu di lingkungan UMS.

Rangkaian benchmarking ditutup dengan kunjungan ke Badan Penjaminan Mutu Internal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Selain membahas aspek penjaminan mutu internal dan eksternal, diskusi juga menyoroti penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sistem mutu perguruan tinggi, sebagai ciri khas institusi Muhammadiyah. Pertukaran praktik baik ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis dalam penyempurnaan Sistem Penjaminan Mutu Internal UMS.
Melalui rangkaian benchmarking ini, BPM UMS menegaskan komitmennya untuk terus belajar, berkolaborasi, dan mengadopsi praktik-praktik unggul dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi. Hasil benchmarking diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan guna memperkuat budaya mutu dan mendukung pencapaian visi Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
