Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan rapat koordinasi penjaminan mutu bersama Gugus Penjaminan Mutu (GPM) tingkat fakultas dan Unit Penjaminan Mutu (UPM) tingkat program studi pada Selasa, 24 Februari 2026 bertempat di Ruang Seminar Pascasarjana Lt.5 UMS. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan universitas.

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, program kerja, serta langkah-langkah penguatan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan. Dalam kegiatan ini, BPM memaparkan berbagai agenda pengembangan sistem penjaminan mutu yang mencakup penyusunan dan penguatan standar mutu, pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), tindaklanjut benchmarking, persiapan akreditasi nasional maupun internasional, serta penguatan integrasi sistem informasi penjaminan mutu.
Dalam pemaparannya, tim BPM menekankan pentingnya sinergi antara BPM di tingkat universitas dengan GPM fakultas dan UPM program studi. Kolaborasi yang kuat antarunit penjaminan mutu dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi standar mutu berjalan secara konsisten di seluruh unit kerja.
Selain pemaparan materi, rapat koordinasi juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu di unit masing-masing. Terdapat beberapa kendala yang disampaikan, diantaranya organ penjaminan mutu belum memiliki akses untuk sistem informasi yang digunakan untuk menunjang persiapan akreditasi seperti tracerstudy dan SPADA. Selain itu bagi pejabat penjaminan mutu yang baru, terdapat kesulitan mengidentifikasi sistem informasi di UMS yang berjumlah banyak. Beliau berharap ada daftar yang menginfokan sistem apa saja yang ada di UMS dan fungsi sistemnya.

Melalui kegiatan rapat koordinasi ini, BPM berharap seluruh unit penjaminan mutu di lingkungan universitas semakin memahami peran strategisnya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Komitmen bersama untuk membangun budaya mutu diharapkan dapat mendukung pencapaian standar nasional maupun internasional yang ditetapkan bagi institusi pendidikan tinggi.