Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Penyamaan Persepsi bagi Auditi Audit Mutu Internal (AMI) Tengah Tahun Akademik 2025–2026 pada Sabtu (10/1). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, kepala unit, Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Unit Penjaminan Mutu (UPM), serta seluruh auditi di lingkungan UMS.
Kegiatan penyamaan persepsi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang selaras terkait urgensi, ruang lingkup, serta mekanisme pelaksanaan Audit Mutu Internal sebagai bagian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). AMI merupakan tahapan evaluasi dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

Dalam pemaparan materi, BPM UMS menegaskan bahwa AMI bukan merupakan penilaian kinerja, melainkan proses verifikasi kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan standar mutu yang telah ditetapkan universitas. Hasil AMI menjadi dasar penting bagi tindak lanjut perbaikan mutu sekaligus persiapan akreditasi, baik nasional maupun internasional.
Audit Mutu Internal Tengah Tahun 2025–2026 dijadwalkan berlangsung pada 4–14 Februari 2026 secara luring. Ruang lingkup audit meliputi program studi (termasuk kelas internasional), laboratorium, fakultas/UPPS, serta unit kerja dan unit pendukung akademik. Tahun ini terdapat perluasan cakupan audit, khususnya pada aspek laboratorium dan kelas internasional.
BPM UMS juga menyampaikan teknis pelaksanaan AMI, mulai dari penjadwalan audit, penggunaan sistem informasi BPM/LJM, hingga penyiapan instrumen audit berbasis risiko yang menggunakan format Excel. Auditi diwajibkan menyiapkan bukti fisik dan dokumen pendukung, termasuk penyelesaian temuan atau PPPB dari AMI periode sebelumnya.
Selain itu, peran strategis GPM dan UPM kembali ditekankan sebagai garda terdepan penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi. Keduanya bertanggung jawab dalam memastikan ketersediaan dan kelengkapan bukti kinerja serta berkoordinasi aktif dengan pimpinan unit masing-masing.
Melalui kegiatan ini, BPM UMS berharap seluruh auditi memiliki pemahaman yang sama serta kesiapan optimal dalam menghadapi pelaksanaan AMI, sehingga budaya mutu di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.